Channel Manager Lokal vs Internasional
Seorang pemilik jaringan hotel menengah dengan empat properti di Jawa dan Bali menghadapi keputusan yang tampaknya sederhana: channel manager lokal atau internasional? Timnya telah .....
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 110 artikel
Seorang pemilik jaringan hotel menengah dengan empat properti di Jawa dan Bali menghadapi keputusan yang tampaknya sederhana: channel manager lokal atau internasional? Timnya telah .....
Sebuah hotel butik 45 kamar di Ubud berlangganan channel manager selama delapan bulan. Biaya bulanan dibayarkan tepat waktu. Jumlah OTA yang terhubung bertambah dari tiga menjadi sembilan. Namun, RevPAR properti itu tidak bergerak signifikan. Okupansi rata-rata justru turun dua poin persentase. Setelah ditelusuri, hotel itu .....
Rate parity, yang semula dirancang untuk melindungi integritas harga, berubah menjadi medan tarik-menarik yang menentukan ....
Overbooking terjadi ketika jumlah pemesanan yang diterima melebihi ketersediaan kamar riil. Dalam distribusi hotel yang melibatkan banyak OTA, wholesaler, GDS, dan kanal langsung, akar masalahnya hampir tidak pernah terletak pada kelalaian individu. Penyebab sistemiknya adalah ....
Sebuah hotel bintang 4 di Semarang mencatat peningkatan RevPAR sebesar 12 persen dalam tiga bulan. Tidak ada renovasi besar, tidak ada rebranding, tidak ada kenaikan tarif signifikan. Yang berubah hanyalah ....
Integrasi yang benar adalah koneksi dua arah berbasis API di mana pemesanan dari OTA langsung masuk ke PMS tanpa intervensi manusia, dan perubahan tarif atau ketersediaan dari PMS langsung diteruskan ke channel manager untuk didistribusikan ke semua saluran. Tidak ada proses ekspor-impor. Tidak ada pengecekan silang manual. Tidak ada staf yang harus membandingkan layar channel manager dengan layar PMS.
Proses pemilihan channel manager di banyak hotel dimulai dan berakhir pada pertanyaan yang salah: "Berapa jumlah OTA yang terhubung?", "Apakah harganya kompetitif?", "Apakah mereknya terkenal?" Pertanyaan-pertanyaan ini tidak menyentuh variabel yang menentukan apakah channel manager akan menjadi aset atau liabilitas.
Seorang pemilik hotel butik 30 kamar di Ubud akhirnya memutuskan berlangganan channel manager global yang direkomendasikan oleh rekan sesama pelaku industri. Dua bulan berjalan, propertinya tetap sepi dari OTA lokal yang selama ini menjadi tulang punggung pemesanan domestik.
Penyebab utama kesalahan pemilihan adalah evaluasi yang berhenti pada permukaan: harga, jumlah saluran yang terhubung, dan popularitas merek.