Cara Meningkatkan Conversion Rate Website Hotel
Conversion rate website hotel dapat ditingkatkan melalui value proposition, user experience, booking engine, harga, trust, mobile optimization, dan analisis data.
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 697 artikel
Conversion rate website hotel dapat ditingkatkan melalui value proposition, user experience, booking engine, harga, trust, mobile optimization, dan analisis data.
Strategi harga direct booking tidak harus membuat hotel menjadi yang termurah. Dengan dynamic pricing, member rate, value-added benefit, rate fencing, dan analisis net revenue, hotel dapat meningkatkan direct booking sekaligus menjaga ADR dan profitabilitas.
Booking engine hotel harus dioptimalkan sebagai revenue conversion tool. Strateginya mencakup kemudahan booking, harga transparan, mobile experience, payment, direct booking benefit, upselling, CRM, analytics, dan integrasi revenue management.
Selama bertahun-tahun, banyak hotel tumbuh dengan mengandalkan pasar yang sama. Hotel bisnis mengandalkan corporate account. Hotel di destinasi wisata mengandalkan wisatawan domestik.
Hotel dapat memiliki fasilitas yang sama selama bertahun-tahun. Namun profil tamunya hampir pasti berubah. Wisatawan yang datang ke sebuah hotel lima atau sepuluh tahun lalu belum tentu memiliki kebutuhan, kebiasaan, maupun cara mengambil keputusan yang sama dengan tamu saat ini.
Wisatawan saat ini tidak lagi memilih hotel dengan cara yang sama seperti sepuluh atau dua puluh tahun lalu. Dulu, lokasi, harga, dan fasilitas mungkin menjadi pertimbangan utama. Sekarang, keputusan wisatawan dipengaruhi oleh jauh lebih banyak faktor. Review online.
Hotel sering kali memilih internet broadband karena alasan yang tampak rasional di atas kertas: harga per Mbps jauh lebih murah ......
Bandwidth adalah sumber daya yang harus dialokasikan, diprioritaskan, dan dibatasi. Tanpa mekanisme alokasi, ......
ADR yang sehat berasal dari kemampuan hotel membaca demand, willingness to pay, segmentasi tamu, dan kondisi inventory. Ketika demand kuat, hotel memiliki ruang untuk menaikkan rate. Sebaliknya, ketika demand lemah, hotel perlu lebih berhati-hati agar pricing tidak menjadi penghalang bagi tamu.