Reward Berbasis KPI
Masalahnya terletak pada sistem yang belum mampu menghubungkan kinerja individu dengan hasil bisnis yang ingin dicapai.
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 68 artikel
Masalahnya terletak pada sistem yang belum mampu menghubungkan kinerja individu dengan hasil bisnis yang ingin dicapai.
Proses tersebut terlihat sederhana dan mudah dijalankan. Namun terdapat satu kelemahan besar.
Sayangnya, banyak hotel masih melakukan evaluasi kinerja berdasarkan persepsi, kedekatan personal, atau penilaian subjektif dari atasan langsung.
Masalahnya berada pada sistem pengelolaan kinerja yang tidak mampu memberikan arah yang jelas kepada karyawan.
Bagi owner, investor, lender, maupun manajemen hotel, kesalahan revenue recognition dapat menciptakan persepsi profitabilitas yang keliru dan berujung pada keputusan bisnis yang tidak tepat.
Dalam banyak audit hotel independen, deposit menjadi salah satu area yang paling sering menghasilkan koreksi akuntansi.
Tidak sedikit hotel yang terlihat sehat dari sisi revenue tetapi mengalami tekanan kas yang cukup serius.
Fenomena ini cukup umum terjadi di industri hotel. Penyebabnya sering bukan pada sisi pendapatan, melainkan pada pengeluaran yang tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan revenue.
Biaya-biaya tersebut terlihat normal secara individual. Namun ketika dikumpulkan selama satu tahun, dampaknya dapat menggerus profit hotel dalam jumlah yang signifikan.