Artikel & Insight

Knowledge Hub Hotel Management

Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia

Menampilkan 9 dari 697 artikel

Yield Management untuk Hotel

Yield Management untuk Hotel

Banyak owner hotel masih mengukur keberhasilan bisnis berdasarkan tingkat okupansi. Selama kamar terisi penuh, hotel dianggap telah mencapai performa yang baik. Namun, laporan keuangan sering menunjukkan realitas yang berbeda. Hotel dengan okupansi 85% mampu menghasilkan profit yang lebih tinggi dibanding hotel lain dengan okupansi 95%.

06 Aug 2026
Baca
Cara Menentukan Harga Kamar Hotel

Cara Menentukan Harga Kamar Hotel

Menentukan harga kamar sering dianggap sebagai aktivitas administratif yang dilakukan ketika awal tahun atau menjelang musim liburan. Banyak hotel menetapkan tarif berdasarkan biaya operasional, tarif kompetitor, atau sekadar mengikuti tren pasar. Pendekatan tersebut terlihat sederhana, tetapi sering menghasilkan keputusan yang mengurangi potensi pendapatan.

06 Aug 2026
Baca
Dynamic Pricing untuk Hotel

Dynamic Pricing untuk Hotel

Masih banyak hotel menetapkan tarif kamar berdasarkan kalender tahunan atau memperbarui harga hanya ketika mendekati musim liburan. Pendekatan tersebut pernah efektif ketika pola permintaan relatif stabil. Namun perilaku tamu, kanal distribusi digital, dan dinamika pasar telah mengubah cara harga seharusnya dikelola.

06 Aug 2026
Baca
Evaluasi Kinerja Staff Hotel: Mengukur Performance, Produktivitas, dan Kualitas Service

Evaluasi Kinerja Staff Hotel: Mengukur Performance, Produktivitas, dan Kualitas Service

Di hotel, masalah performance staff biasanya tidak muncul dalam bentuk satu angka merah di dashboard; gejalanya terlihat dari kamar yang terlambat ready, antrean check-in, billing error, complaint yang berulang, response time yang lambat, sales follow-up yang tidak menghasilkan booking, atau pekerjaan yang terus membutuhkan pemeriksaan ulang. Masalahnya, banyak hotel baru membahas kondisi tersebut ketika performance appraisal dilakukan, padahal operational issue membutuhkan evaluasi yang jauh lebih cepat. Evaluasi kinerja staff hotel seharusnya menjadi mekanisme untuk membaca apa yang terjadi, mengapa terjadi, apakah masalah berasal dari orang, proses, kapasitas, atau sistem, dan tindakan apa yang perlu dilakukan. Ini berbeda dengan sekadar memberikan nilai. Staff dengan performance rendah belum tentu memiliki masalah attitude; bisa saja target tidak realistis, manpower kurang, training belum memadai, SOP tidak jelas, atau sistem kerja menciptakan bottleneck. Sebaliknya, staff yang terlihat sibuk belum tentu produktif. Management perlu melihat output, kualitas, konsistensi, dan business impact.

06 Aug 2026
Baca
OKR vs KPI untuk Hotel: Mana yang Lebih Tepat untuk Mengukur Kinerja Hotel?

OKR vs KPI untuk Hotel: Mana yang Lebih Tepat untuk Mengukur Kinerja Hotel?

Hotel yang sedang mengejar target revenue, memperbaiki profitability, meningkatkan guest experience, dan melakukan transformasi digital sering menghadapi satu masalah yang sama: terlalu banyak target tetapi tidak jelas mana yang benar-benar strategis. Dashboard penuh dengan occupancy, ADR, RevPAR, GOP, guest satisfaction, turnover, sales conversion, payroll ratio, dan puluhan angka lainnya. Semua penting. Namun tidak semua angka merupakan strategic objective. Di sinilah perbedaan antara KPI dan OKR menjadi relevan. KPI membantu hotel mengukur apakah performance berjalan sesuai standar atau target yang telah ditentukan. OKR membantu management mengarahkan organisasi menuju perubahan atau pencapaian strategis tertentu dalam periode tertentu. Keduanya bukan kompetitor. Dalam management hotel yang matang, KPI menjaga business-as-usual tetap sehat, sedangkan OKR mendorong perubahan yang ingin dicapai organisasi.

06 Aug 2026
Baca
Performance Appraisal Hotel: Mengukur Kinerja Karyawan Berdasarkan Performance dan Business Impact

Performance Appraisal Hotel: Mengukur Kinerja Karyawan Berdasarkan Performance dan Business Impact

Performance appraisal di hotel sering berubah menjadi rutinitas administratif. Form dibagikan. Supervisor memberikan nilai. HR mengumpulkan dokumen. Kemudian hasilnya masuk ke file personalia dan baru dibuka kembali ketika ada kebutuhan promosi, kenaikan gaji, atau evaluasi karyawan. Masalahnya, proses seperti ini tidak banyak membantu management memahami siapa yang benar-benar menghasilkan performance, siapa yang membutuhkan development, dan siapa yang memiliki masalah yang berulang. Di industri hospitality, performance karyawan memiliki dampak langsung terhadap revenue, cost, guest satisfaction, productivity, dan operational stability. Front Office Agent yang mampu meningkatkan upselling berkontribusi terhadap revenue. Housekeeping yang konsisten menghasilkan room quality memengaruhi guest satisfaction dan room readiness. Sales yang mencapai target tetapi menjual business dengan margin buruk belum tentu memberikan commercial value yang optimal. Karena itu performance appraisal hotel seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan: β€œApakah karyawan ini bekerja dengan baik?”

06 Aug 2026
Baca
Cara Menyusun KPI Hotel: Membangun Sistem Pengukuran Kinerja yang Terhubung dengan Bisnis

Cara Menyusun KPI Hotel: Membangun Sistem Pengukuran Kinerja yang Terhubung dengan Bisnis

Banyak hotel memiliki KPI yang terlihat lengkap di atas kertas. Front Office memiliki target service, Housekeeping memiliki productivity target, Sales memiliki revenue target, Finance memiliki cost target, dan HR memiliki turnover target. Masalahnya muncul ketika semua KPI tersebut berjalan sendiri-sendiri. Sales mengejar room night dengan rate rendah. Revenue Manager berusaha mempertahankan ADR. Finance menekan cost. Operations berusaha menjaga service quality. HR mengurangi headcount. Masing-masing target dapat terlihat rasional, tetapi jika tidak dirancang dalam satu sistem, keputusan satu department dapat merusak performance department lainnya. KPI hotel seharusnya bukan kumpulan angka untuk menilai karyawan. KPI adalah sistem untuk menerjemahkan strategi hotel menjadi performance yang dapat diukur, dikontrol, dan dievaluasi. Karena itu, penyusunan KPI harus dimulai dari pertanyaan bisnis, bukan dari pertanyaan: β€œKPI apa yang cocok untuk department ini?” Pertanyaan yang lebih tepat adalah: β€œBusiness outcome apa yang ingin dicapai hotel, dan perilaku apa yang harus terjadi agar outcome tersebut tercapai?”

06 Aug 2026
Baca