Hotel Kehilangan Tamu Bukan Karena Harga, Tapi Karena Pengalaman
Ada satu respons yang hampir selalu muncul ketika tingkat okupansi mulai menurun. "Apakah harga kita terlalu mahal?"
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 697 artikel
Ada satu respons yang hampir selalu muncul ketika tingkat okupansi mulai menurun. "Apakah harga kita terlalu mahal?"
Dalam industri hospitality, ada satu anggapan yang sudah bertahan sangat lama. "Kalau lokasinya bagus, hotel pasti ramai."
Selama bertahun-tahun, industri hospitality telah menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar.
Front Office Adalah Titik Pertama Banyak Masalah Hotel Terlihat Guest datang ke hotel dan menemukan kamar belum siap. Reservation berbeda dengan data PMS. Payment belum ter-posting. Guest meminta upgrade. Tamu corporate meminta invoice dengan format tertentu.
Hotel Sering Memiliki Banyak Training, Tetapi Tidak Selalu Memiliki Peta Competency Training calendar penuh bukan berarti competency staff sudah kuat. Hotel dapat menjalankan berbagai program: Service training. Product knowledge. SOP training. Safety training. System training. Leadership training.
Banyak hotel mengukur keberhasilan pemasaran dari jumlah tamu baru yang berhasil diperoleh setiap bulan. Laporan menunjukkan peningkatan reservasi. Kampanye digital menghasilkan lebih banyak klik.
Staff Terlihat Sibuk Belum Berarti Produktif Staff baru datang tepat waktu, memakai uniform sesuai standard, mengikuti briefing, dan terlihat aktif sepanjang shift. Secara kasat mata, performance terlihat baik. Tetapi ketika diperiksa lebih dalam: Task masih sering membutuhkan koreksi. Supervisor harus berulang kali memberikan instruksi. Handover tidak lengkap. Guest complaint meningkat.
Recruitment Selesai, Risiko Belum Selesai Recruitment selesai ketika candidate menerima offer dan mulai bekerja. Bagi hotel, risiko recruitment justru belum selesai. Staff baru mungkin terlihat bagus saat interview, memiliki pengalaman relevan, dan memenuhi requirement posisi. Tetapi performa aktual baru terlihat ketika ia berhadapan dengan kondisi operasi yang sebenarnya.
Staff Baru Tidak Bisa Bekerja Efektif Jika Belum Memahami Konteks Hotel Hari pertama staff baru sering dipenuhi aktivitas administratif: tanda tangan dokumen, menerima uniform, mengambil ID card, lalu diperkenalkan kepada supervisor. Setelah itu, staff masuk department dan mulai belajar pekerjaan. Masalahnya, seseorang bisa saja sudah memahami job description, tetapi belum memahami hotel tempat dia bekerja.