Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 697 artikel
Tamu bisnis memiliki ekspektasi berbeda dengan wisatawan. Tamu keluarga memiliki kebutuhan berbeda dengan pasangan muda. Bahkan wisatawan domestik memiliki perilaku berbeda dibandingkan wisatawan internasional.
Seorang pemilik hotel butik 30 kamar di Ubud akhirnya memutuskan berlangganan channel manager global yang direkomendasikan oleh rekan sesama pelaku industri. Dua bulan berjalan, propertinya tetap sepi dari OTA lokal yang selama ini menjadi tulang punggung pemesanan domestik.
Government segment merupakan kelompok pelanggan yang berasal dari instansi pemerintah, kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, hingga organisasi publik yang membutuhkan layanan akomodasi dan fasilitas hotel untuk berbagai kegiatan resmi.
Apa Itu Loyalitas Staff Hotel? Loyalitas staff adalah kecenderungan employee untuk tetap memiliki commitment, trust, dan willingness to contribute terhadap hotel dalam jangka panjang. Loyalitas bukan berarti: βEmployee tidak pernah resign.β Employee dapat loyal tetapi tetap pindah karena alasan: career opportunity; relocation; family; education; compensation gap. Karena itu loyalty lebih tepat dilihat dari: Commitment + Trust + Intention to Stay + Willingness to Contribute
Apa Itu Employee Wellbeing Hotel? Employee wellbeing adalah kondisi kesejahteraan employee secara menyeluruh yang memungkinkan mereka menjalankan pekerjaan secara sehat, aman, sustainable, dan produktif. Dalam operasional hotel, wellbeing tidak hanya berkaitan dengan program kesehatan. Ia mencakup: workload; working hours; rest; safety; work environment; psychological safety; financial wellbeing; leadership; social connection; work-life balance. Framework sederhananya: Healthy Employee β Sustainable Performance β Stable Operation
Apa Itu Kepuasan Karyawan Hotel? Kepuasan karyawan atau employee satisfaction adalah tingkat kepuasan employee terhadap berbagai aspek pekerjaan dan lingkungan kerja di hotel. Faktor yang memengaruhinya dapat meliputi: compensation; benefit; workload; schedule; leadership; workplace; relationship dengan rekan kerja; career development; recognition; job security. Namun employee satisfaction tidak sama dengan employee engagement. Satisfaction lebih banyak menjawab: βApakah saya puas dengan kondisi pekerjaan saya?β Sedangkan engagement lebih dekat dengan: βSeberapa besar saya mau berkontribusi dan memberikan effort untuk organisasi?β Employee dapat puas dengan pekerjaannya tetapi belum tentu engaged.
Perbedaan Individual dan Group Reservation bukan sekadar jumlah kamar yang dipesan. Keduanya memiliki karakter bisnis, strategi harga, dan kompleksitas operasional yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang berbeda pula.
Dalam industri hospitality, banyak hotel masih berfokus pada strategi mendapatkan tamu melalui Online Travel Agent (OTA) dan reservasi individu. Strategi tersebut memang efektif untuk meningkatkan okupansi secara cepat, tetapi tidak selalu memberikan stabilitas revenue dalam jangka panjang.